Cari Sesuatu ?
Tuesday, May 12, 2009
FILSAFAT ILMU - Kontemplasi Filosofis tentang Seluk-Beluk Sumber dan Tujuan Ilmu Pengetahuan
Sunday, February 8, 2009
FILSAFAT ITU INDAH
- Berpikir sampai ke akar-akar permasalahan atau berpikir secara radikal. Ini berarti kita berpikir samapai ke inti atau hakikat dari obyek pemikiran kita, yaitu permasalahan yang kita hadapi
- Berpikir universal. Filsafat mencerminkan pengalaman umum manusia. Oele karena itu ciri pemikiran kita haruslah bersifat universal dan bukannya parsial atau bagian-bagian, sebagaimana yang terjadi dalam ilmu
- Koheren dan runtut atau konsisten: berpikir koheren berarti sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir. Runtut atau konsisten berarti tidak mengandung pertentangan atau kontradiksi
- Sistematik: berpikir sistematik bearti semua pandangan yang dianalisis selalu berhubungan secara teratur dengan maksud tertentu
- Komprehensif yang berarti menyeluruh.Filsafat merupakan keterbukaan total terhadap realitas atau totalitas
- Bebas: pemikiran filosofis adalah hasil pemikiran yang bebas dari prasangka-prasangka sosial historis, kultural dan religius
- Bertanggung jawab: kita berpikir dan bertanggung jawab atas hasil pemikiran kita dan paling tidak bertanggung jawab terhadap hati nurani kita sediri
- Filsafat berkembang menjadi disiplin khusus karena dirinya mampu mengerahkan segenap segala usaha kepada kebijaksanaan, dan selalu memperbanyak refleksi dan berupaya menemukan akar atau kriteria untuk membedakan secara ekstrem antara kebenaran dan kesalahan, keburukan dan kebaikan, atau bagaimana membedakan hal yang bersifat ilusif dan riil. Dengan itu semua filsafat membuka banyak refleksi tentang pengalaman dalam kehidupan sehari-hari
- Lewat berbagai refleksi, filsafat juga memahami dirinya sebagai bentuk dari cinta [philia]. Filsafat juga memahami dirinya dalam berbagai keadaan untuk bergerak maju dan selalu mencari pengetahauan yang tidak atau belum diketahui.
- Secara tradisonal-historis, filsafat dilihat sebagai ratu segala ilmu, kendati ketika ilmu-ilmu mulai memisahkan diri dari filsafat, fungsi seperti ini semakin diakui.
- Terdapat beberapa fungsi penting filsafat dalam dunia ilmu, antara lain:
Thursday, February 5, 2009
REKONSTRUKSI ILMU-CECEP SUMARNA
Wednesday, January 21, 2009
BERPIKIR SEPERTI FILOSOF
- Bacalah keseluruhan sebuah buku filsafat secara sistematis. Cobalah membuat ulasan tentang bukuntersebut, apakah yang sedang dibahas dan gaya penuilisnnya
- Kemudian baca dengan lebih berkonsentrasi untuk mengetahuai mana maslah yang sedang dibahas, pandangan-pandangan penulis dan argumen-argumennya
- Kajilah setiap bagian yang relevan, coba analisis argumen yang disampaikan. Kemudian buat kerangka tulisan
- Cobalah membaca secara akatif. Sewaktu Anda membaca, tanyakan pada diri Anda sendiri: apakah masalah yang sedang dibicarakan? didasarkan pada asumsi apa argumen itu dibangun? apakah argumen valid dan masuk akal? Bagaimana argumen tersebut membentuk karya secara keseluruhan? Jika ada, apakah kesalahan itu instruktif? Mengapa kesalahan itu dibuat dan bagaimnan memperbaikinya?
- Jika Anda mempunyai waktu, bacalah kembali keseluruhan karya itu untuk memperoleh pengertian tentang kesimpulan dan tujuan keseluruhannya, lalu berikan evaluasi terhadap keutuhan dan konsistensinya.
Tuesday, November 18, 2008
RISALAH FILSAFAT EMPIRISME DAVID HUME

Seri Petualangan Filsafat, karya T.Z. Lavine
Empirisme memandang pengamatan pancaindera sebagai satu-satunya sumber pengetahuan terpercaya. Empirisme muncul pada awal tahun-tahun abad XVII.
Kendati buku ini nampaknya membentangkan sepak terjang Filsut David Hume, namun isi buku ini adalah sebuah esensi filsafat empirisme.
Data buku
JUDUL: David Hume--Risalah Filsafat Empirisme
PENULIS: T.Z. LAvine
PENERBIT: Jendela. Jl. Gejayan Gg. Buntu II/5A Yogyakarta 55281./ Telp. 0274-518886.
ISBN: 979-95978-126-3
TEBAL: xii + 87, 12 x 18 cm
Catatan: Diterjemahkan dari: From Socrates to Satre: The Philosophic Quest. New York: Bantam Books, Inc, 1984]
KEBANGKITAN EMPIRISME INGGRIS
Buku ini membentangkan bahwa empirisme berkembang di Inggris. Nama-nama besar filsuf yang mencermati empirisme sebagian besar berkebangsaan Inggris. Inilah yang mengindikasikan bahwa titik tertinggi kemajuan empirisme berada di Inggris dan sekitarnya. Skotlandia, dan Irlandia disebut juga sebagai temapt berkembangkan empirisme, yakni ketika abad XVII dan XVIII. Penganut empirisme Inggris klasik dan karya utamanya dalam teori pengetahuan antara lain:
- John Locke [1632-1704]--Essay Concerning Human Understanding [Esai yang berkenaan dengan pemahaman manusia]--1690
- George Berkeley [1685-1753] dalam A Treatise Concerning the Principle of Human Knowledge [Risalah mengenai Prinsip-prinsip Pengetahuan Manusia]--1710
- David Hume[1711-1776]--A Traetise of Human Nature [Risalaqh Mengenai Sifat Alami Manusia] --1738-1740, selanjutnya direvisi menjadi Enquiry Concerning Human Understanding [Penelitian atas pemahaman Manusia]--1751
[Catatan buku ini menohok penganut Rane Descartes, dan selanjutnya menanamkan kebencian dalam bentuk "Anti Cartesianisme. Buku ini juga menyediakan Glosarium untuk memudahkan khalayak bacanya. Hume dalam buku ini menegasdi Gagasan Jiwa dan Diri, bahkan terungkap secara jelas filosofi Hume mengenai agama. Kritik tajam Hume yang keras juga diungkap jelas, seperti:
- Kritik Keras Hume atas Bukti Rasional Mengenai Tuhan
- Kritik Keras Hume atas Deisme
- Kritik Keras Hume atas Keyakinan pada Mujizat]
Monday, November 17, 2008
APAKAH FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU ?

- Apakah filsafat ilmu itu?
- Filsafat Ilmu
- Konsep Ilmu
Filsafat ilmu dikupas dengan tahapan rincian sebagai berikut:
- Tujuan Ilmu [The goal of science]
- Penjelasan ilmiah [Scientific exolanation]
- Teori dan hukum ilmiah [ Scientific theories and law]
- Teori observasi [Theory and observasion]
- Penilaian dan demarkasi [Assessment and demarcation]
- Kesatuan ilmu [The unity of Science]
- Apakah ilmu itu?
- Metode ilmu
- Sikaplmiah
- Klasifikasi ilmu pengetahuan
- Masalah bebas nilai dan ilmu
- Pertanggungjawaban ilmu dan etika
- Konsep ilmu dalam filsafat ilmu dewasa ini
- Konstruksi ilmu
- Jenis-jenis ilmu
- Kedudukan ilmu hukum.
JUDUL : Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu
PENULIS : B.Arief Sidharta [Editor]
PENERBIT: Pustaka Sutra.
ISBN-13: 978-979-16086-4-0
CETAKAN: I- April 2008
TEBAL: 114 hlm.
SADAPAN RINGKAS:
[halaman 80]
Bebera ciri pokok yang terdapat dari pengertian ilmu yakni:
- Ilmu itu bersifat rasional, artinya proses pemikiran yang berlangsung dalam ilmu itu harus dan hanya tunduk pada hukum-hukum logika
- Ilmu itu bersifat empirikal, artinya kesimpulan-kesimpulan yang ditariknya dapat ditundukkan pada pemeriksaan atau verivikasi pencaindera manusia. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan, bahwa ilmu harus menerima prasuposisi-prasuposisi atau kebenaran-kebenaran tertentu, sebagai titik tolak atau dasar, yang dapat atau tidak perlu diverifikasikan oleh pancaindera manusia. Prasuposisi-prasuposisi ini diperoleh dari filsafat, misalnya kaidah-kaidah hukum logika dan hukum kausalitas
- Ilmu bersifat sistematikal, yakni cara kerjanya runtut berdasarkan patokan tertentu [metodikal] yang secara rasional dapat dipertanggungjawabkan, dan hasilnya berupa fakta-fakta yang relevan dalam bidang yang ditelaahnya harus disusun dalam suatu kebulatan yang konsisten
- Ilmu bersifat umum dan terbuka, artinya harus dapat dipelajari oleh tiap orang; jadi tidak bersifat esoterik [terbatas hanya bagi sekolompok orang tertentu]
- Ilmu bersifat akumulatif, yakni kebenaran diperoleh selalu dapat dijadikan dasar untuk memperoleh kebenaran baru.
Tiga perangkat Kriteria:
[Halaman 105]
Menurut Harold Berman, keberadaan ilmu harus memenuhi tiga perangkat kreteria, antara lain yakni:
- Kriteria Metodologikal
- Kriteria Nilai
- Kriteria Sosiologikal
Dalam peritilah metodologi, ilmu dalam arti modern dapat didefiniskan sebagai berikut:
- seperangkat pengethuan yang terintegrasi
- yang di dalamnya kejadian-kejadian atau gejala khusu secara sistematis dijelaskan
- dalam peristilahan asas-asas dan kebenaran umum
- pengetahuan tentang gejala, asas dan kebenaran umum [hukum] itu diproleh sebagai kombinasi:
- Hipotesis-verifiksi
- sejauh dimunkinkan : eksperimen
- metode ilmiah penelitian dan sistematisasi, emskipun memiliki ciri-ciri umum yang sama, anmun tidak sama untuk semua ilmu, melainkan harus disesuaikan pada jenis-jenis khas kejadian atau gejala yang menjadi pokok telaah ilmu yang bersangkutan
Ilmu dalam kegaitannya harus mengacu primis-primis nilai :
- obyektivitas ilmiah
- bebas pamrih [disinterestedness]
- skeptisisme terorganisasi
- toleransi terhadap kekeliruan
- keterbukaan terhadap kebenaran ilmiah baru
- Pembentukan komunitas ilmuwan, dalam rangka tanggung jawab kolektif berkenaan dengan pelaksanaan penelitian, pelatihan/pendidikan anggota baru, berbagi pengetahuan ilmiah [publikasi], dan otensitas pencapaian ilmiah di dalam dan di luar disiplin
- Penautan berbagai disiplin ilmiah dalam komuniats penstudi
- Status sosial yang menyandang hak istimewa komuniats para ilmuawan, misalnya kebebasab pengajaran dan penelitian, dan tanggung njawab memberikan pelayanan demi ilmu itu sendiri, metodenya, nilai-nilai dan fungsi sosialnya
[disadap hanya sebagian]
Tuesday, November 11, 2008
PINTU MASUK DUNIA FILSAFAT: Dr. HARRY HAMERSA

JUDUL: Pintu Masuk Dunia Filsafat
ISBN: 978-979-413-188-6
CETAKAN: Edisi pertama terbit tahun 1981 [hingga cetakan ke - 23]
Edisi kedua tahun 2008
TEBAL : 80 halaman
Sampul belakang buku bertutur. Jika Anda ingin mencicipi dan berkenalan sejenak dengan ilmu pengetahuan yang disebut filsafat, yang kon adalah "ibu segala ilmu", buku ini adalah pintu masuk yang tepat. Dengan cara bertutur yang padat dan enak dibaca. Harry Hamersma akan menutun Anda dalam sebuah wista singkat intelektual yang penuh daya pikat.
Yang dibahas buku ini antara lain:
- Filsafat dan ilmu pengetahuan
- Ikhtisar sejara filsafat
- Cabang-cabang filsafat
- Mengapa belajar filsafat
- Tugas filsafat menurut filsuf-filsuf
- Petunjuk-petunjuk studi filsafat
FILSAFAT:
Filsafat adalah pengethuan metodis , sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan
ILMU PENGETAHUAN:
Ilmu pengetahuan adalah pengethuan metodis, sistematis, dan koheren [bertalian] tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan
MENGAPA ORANG BERFILSAFAT
Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat: keharanan, kesangsian dan kesadaran keterbatasan.
Keheranan:
Kesangsian:
Kesadaran akan keterbatasan:
Cabang Filsafat:
Cabang-cabang filsafat menurut buku ini terbagi atas empat kelompok yakni:
- Filsafat tentang pengetahuan yang terdiri dari[ epistemologi, logika, dan kritik ilmu-ilmu]
- Filsafat tentang keseluruhan kenyataan, yang terdiri dari metafisika umum [ ontologi] dan metafisika khusu [teologi metafisik, antropologi, kosmologi]
- Filsafat tentang tindakan, yang terdiri dari etika dan etestika;
- Sejarah filsatat



