Cari Sesuatu ?

Google

Tuesday, November 18, 2008

RISALAH FILSAFAT EMPIRISME DAVID HUME


Seri Petualangan Filsafat, karya T.Z. Lavine
Kita jadi diingatkan kembali tentang APOSTERIORI, bahwa sebuah ilmu lahir setalah pengamatan. "Post" berarti "setelah" artinya setelah melewati penginderaan sebuah ilmu lahir, pengalaman empiri itu faktual, dengan ekstrem dikatakan bahwa orang yang mengunggul-unggulkan rasio adalah seorang-orang yang hidup di awang-awang. Platonis katanya.
David Hume, adalah orang yang membangkitkan citarasa keilmuan melalui ranah kekuatan pengamatan indrawi.
Empirisme memandang pengamatan pancaindera sebagai satu-satunya sumber pengetahuan terpercaya. Empirisme muncul pada awal tahun-tahun abad XVII.
Kendati buku ini nampaknya membentangkan sepak terjang Filsut David Hume, namun isi buku ini adalah sebuah esensi filsafat empirisme.
Data buku
JUDUL: David Hume--Risalah Filsafat Empirisme
PENULIS: T.Z. LAvine
PENERBIT: Jendela. Jl. Gejayan Gg. Buntu II/5A Yogyakarta 55281./ Telp. 0274-518886.
ISBN: 979-95978-126-3
TEBAL: xii + 87, 12 x 18 cm
Catatan: Diterjemahkan dari: From Socrates to Satre: The Philosophic Quest. New York: Bantam Books, Inc, 1984]

KEBANGKITAN EMPIRISME INGGRIS

Buku ini membentangkan bahwa empirisme berkembang di Inggris. Nama-nama besar filsuf yang mencermati empirisme sebagian besar berkebangsaan Inggris. Inilah yang mengindikasikan bahwa titik tertinggi kemajuan empirisme berada di Inggris dan sekitarnya. Skotlandia, dan Irlandia disebut juga sebagai temapt berkembangkan empirisme, yakni ketika abad XVII dan XVIII. Penganut empirisme Inggris klasik dan karya utamanya dalam teori pengetahuan antara lain:

  1. John Locke [1632-1704]--Essay Concerning Human Understanding [Esai yang berkenaan dengan pemahaman manusia]--1690
  2. George Berkeley [1685-1753] dalam A Treatise Concerning the Principle of Human Knowledge [Risalah mengenai Prinsip-prinsip Pengetahuan Manusia]--1710
  3. David Hume[1711-1776]--A Traetise of Human Nature [Risalaqh Mengenai Sifat Alami Manusia] --1738-1740, selanjutnya direvisi menjadi Enquiry Concerning Human Understanding [Penelitian atas pemahaman Manusia]--1751

[Catatan buku ini menohok penganut Rane Descartes, dan selanjutnya menanamkan kebencian dalam bentuk "Anti Cartesianisme. Buku ini juga menyediakan Glosarium untuk memudahkan khalayak bacanya. Hume dalam buku ini menegasdi Gagasan Jiwa dan Diri, bahkan terungkap secara jelas filosofi Hume mengenai agama. Kritik tajam Hume yang keras juga diungkap jelas, seperti:

  • Kritik Keras Hume atas Bukti Rasional Mengenai Tuhan
  • Kritik Keras Hume atas Deisme
  • Kritik Keras Hume atas Keyakinan pada Mujizat]

3 comments:

A M O B S I said...

TERIMAKASIH ATAS MEMPROMOSIKAN BUKU; SAYA SANGAT MINAT UNTUK MENDALAMI APA ITU ILMU SEBAB ILMU ADALAH GIZI BAGI SAYA MAKA SAYA BUTU. JUSTRU ITU SAYA SANGAT KEWALANGAN MEMILIKI BUKU-BUKU FILSAFAT INI, KETERBATASAN JASA MILKI BUKU DENGAN MENGINGAT ANGGARAN MAKA SAYA MINTA MAAF KARENA SAYA BACA PROFIL ISI BUKU SAYA. DAN INFO KEBERLANJUTA ARTIKEL KIRIMKAN KEPADA SAYA MELALUI ALAMAT EMAIL SAYA : amobsi@yahoo.com

SAYA SANGAT SUKA DAN SENANG MAU SEORANG PAKAR MENGAMATI PENGAMAT ILMU POHON, APA ARTI DARI ITU DENGAN DIA PUNYA STRUKTUR KEHIDUPANNYA. SAYA SEBAGAI SEORANG MAHASISWA BIASA MENCARI ILMU DI NEGERI ORANG KARENA LAPAR ILMU DARI PAPUA. TERIMAKASIH BELIAU.

Anonymous said...

Saya sangat tertarik untuk memahami filsafat. Pra-anggapan saya-seperti kaum awam lainnya yang tak mempunyai dasar filsafat secara akademis-mulanya merasa "ngeri"untuk masuk lebih ke dalam pemahan filsafat. Namun dengan adanya blog, ini saya cukup terbantu, Kajian bukunya/referensi untuk buku-buku filsafat diuraikan dengan bahasa yang menawan dan bisa dicerna.

Anonymous said...

hume sangat fenomenl dlam mengakumulasi pmkirn para filosf emprisme sblumnya tp tidk ckup brhasil mengubah realitas...